SUNDERLAND
Sunderland, City by the Sea
Letaknya yang di pinggiran segara, membuat kehidupan di Sunderland lebih berwarna. Tak seperti di Indonesia yang mengharuskan kita menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk menikmati duduk di pinggir laut, di kota ini hanya butuh waktu tak lebih dari sepuluh menit dari pusat kota.
Hamparan pasir putih dan hembusan angin laut menjadi nikmat yang bisa diseduh sehari-hari. Salah satu kampus Sunderland University; Sir Tom Cowie tepat berada di bibir sungai Wear yang membelah kota. Desainnya yang modern-kontemporer ditambah dengan lokasi yang sempurna dengan pemandangan yang memesona, menjadikan siapapun betah berlama-lama berada di kampus. It is campus with a view.
Sunderland University sendiri merupakan universitas modern yang hingga saat ini terus melakukan inovasi dan menanamkan investasi besar. Gedung-gedung dan fasilitas belajar serta rekreasi menjadi fokus pembangunan universitas yang berdiri sejak tahun 1901 ini. Atmosfer global bisa dinikmati di setiap sudut kampus, dengan bantuan staf pengajar lokal berkualitas Internasional.
Saat ini Sunderland tengah berkonsentrasi membangun proyek Film Academy and Studios yang bernilai GBP 300 juta yang terletak di pinggir pantai Seaham. Tempat ini kelak akan menjadi pusat kegiatan film dan media dengan komplek studio film, kampus, taman, hotel dan sarana rekreasi lain yang menunjang terbentuknya ruang kreatif mahasiswa.
Dibandingkan dengan kota-kota lain di Inggris Raya, biaya hidup di Sunderland tergolong murah. Mahasiswa Indonesia yang belajar di kota ini rata-rata menghabiskan GBP 400 per bulan. Untuk akomodasi, terdapat beberapa pilihan; akomodasi kampus, kos atau apartemen. Harga sewa kamar per bulan sangat variatif; dari GBP 170 hingga GBP 300 ada yang termasuk bills ada yang tidak. Beberapa mahasiswa Indonesia yang tinggal di Sunderland tak jarang berbagi flat, karena biasanya akan lebih menghemat biaya.
Transportasi dalam kota pun sangat nyaman. Jika tinggal di akomodasi kampus akan selalu ada bus kampus yang siap antar-jemput hingga ke kampus tujuan atau bahkan ke pusat kota. Tanpa biaya alias gratis. Transportasi utama di Sunderland adalah kereta yang dijuluki Metro dan juga bus. Dengan keduanya kita bisa berkunjung ke kota tetangga Newcastle Upon Tyne yang berjarak sekitar setengah jam saja.
Harga tiket Metro dibagi menjadi beberapa kategori dengan harga antara GBP 1,5 hingga GBP 4 pulang pergi. Sedangkan untuk tiket bus bisa didapat dengan kisaran harga yang sama. Dengan GBP 4 kita juga bisa berwisata ke Durham dengan bus; menikmati salah satu sudut tempat pembuatan film Harry Potter. Bus dan Metro ini beroperasi tujuh hari seminggu.
Dari Indonesia saat ini Emirates Airlines melayani penerbangan langsung ke Newcastle, bandara terdekat. Dari bandara Newcastle, Metro telah menunggu di bibir pintu keluar dan siap mengantar langsung ke Sunderland (GBP 3). Jarak tempuh dari bandara Newcastle ke pusat kota Sunderland pun hanya sekitar satu jam saja . Atau jika ingin naik taksi, biaya yang dibutuhkan sekitar GBP 30.
Mahasiswa Muslim yang berada di Sunderland tak mempunyai kesulitan untuk beradaptasi. Selain terdapat Islamic Society di kampus, terdapat beberapa Masjid di area kampus. Toko-toko yang menjajakan makanan Halal pun dapat dengan mudah ditemui. Daerah Chester Road, sedepa dari City Campus merupakan pusat toko Halal. Tak hanya daging Halal, jajanan Asia dan Timur Tengah bisa didapat di sini. Tak sedikit juga restoran take away yang menyediakan menu Halal. Manhattan Pizza yang berada di Hylton Road menyajikan Kebab Bengalis Style yang wajib coba.
Panda Oriental Buffet Restaurant adalah salah satu favorit mahasiswa Indonesia di Sunderland. Menu all you can eat bisa dinikmati dengan harga tak lebih dari GBP 7. Seiring dengan berkembangnya Sunderland sebagai kota, saat ini banyak restoran-restoran bertebaran di sudut-sudut kota. Jika ingin mencicipi yang khas dengan nuansa lokal, datang saja ke Roker Beach dan cicipi Fish and Chip yang dijual di pinggir pantai.
Setiap musim panas, Sunderland menjadi tuan rumah Sunderland International Airshow. Ribuan turis dari penjuru negeri memadati kawasan pantai Sunderland untuk merayakan matahari dan atraksi-atraksi udara menarik. Pemerintah lokal membuka kesempatan bagi setiap warganya untuk berpastisipasi, termasuk menjadi volunteer. Ini adalah saat para mahasiswa Indonesia menikmati pantai dengan sendal, es krim di tangan dan meninggalkan jaket tebal.
Sedikitnya satu bulan sekali PPI Sunderland mengadakan pertemuan resmi, menularkan kehangatan dan berkumpul dengan teh mengepul dan makanan memenuhi meja makan mungil. Karena jumlahnya yang kecil, tak ada gap di antara para anggota. Seperti layaknya keluarga kecil bahagia keakraban pun terasa tak berjarak. Dan ini mampu mengobati masa-masa homesick melanda.
Bermacam kegiatan diadakan seperti olahraga di akhir pekan; basket, voli, badminton hingga futsal. Selain itu tak jarang rekreasi bersama ke kota-kota terdekat menjadi aktivitas paling dinanti para anggota PPI Sunderland. Atau bahkan wisata kuliner.
Berkomunikasi dengan penduduk lokal selalu menjadi pengalaman yang menarik. Logat Mackem (julukan penduduk lokal) yang kental merupakan pembelajaran tersendiri yang tak akan didapat di ruang les IELTS atau bahkan di daerah lain di Inggris Raya.
Kota ini juga merupakan rumah dari The Black CatSunderland A.F.C. Stadium of Light merupakan satu yang terbaik di negeri. Arsitektur megah mampu menampung 49,000 penonton. Rasakan atmosfer ketika mereka menjadi tuan rumah. Berbondong-bondong orang dengan seragam merah putih memadati jalanan menuju ke stadion. Di sini juga konser-konser musik besar kerap diadakan; Pink, Take That dan Oasis.
Uniknya, wisuda mahasiswa Sunderland University juga diadakan di stadion bola kelima terbesar di Inggris ini.
Untuk info lebih lanjut mengenai Sunderland silahkan hubungi:
Ketua PPI Sunderland
Merlyn Wongso (mlyn_w11_hotmail.com)
PPI