HOMEBAND "RUMAH KASIH" Terdiri dari 4 group band yang memiliki kemampuan masing-masing anak tentang alat musik yang mereka tekuni
Sanggar Tari dan Sanggar Kesenian Tradisional adalah tempat anak-anak jalanan yang memiliki kelebihan dalam mengetahui kesenian tradisional di berbagai daerah di Indonesia. Mereka pun dididik oleh orang-orang yang profesional di bidangnya
Sanggar lukis dan Forographi "rumah Kasih" adalah wadah bagi semua anak yang tidak dibatasi untuk semua anak dan semua kalangan di PIOLIVE'S HOMESCHOOLING dan hasil krya mereka sering di publikasikan
Kemampuan berakting dan bernyanyi adalah hal yang paling terlihat dari komunitas anak jalanan oleh sebab itu wadah ini yang paling banyak memiliki anggota. terkadang anggota wadah ini direkrut oleh komunitas tertentu untuk menunjukan kemampuan mereka.
PIOLIVE"S HOMESCHOOLING
Berdiri : 30 Januari 1990
Tempat : Jl.Letnan Arsyad I Kayuringin Jaya
Bekasi selatan
Pendiri : F.O.E Foundation
Anggota : 357 siswa
8 tenaga pengajar
Fasilitas : 1 Gedung 3 Lantai Asrama
1 Gedung Pentas
1 Mushola
1 Kapel
Ekstrakulikuler : Dance
Tari
Kesenian Tradisional
Drama
Nyanyi
Lukis
Berdiri tanggal 30 Oktober 1990 dengan tanah seluas 1000ha berdirilah sebuah bangunan yang diisi dengan cinta kasih dan ketulusan
Dengan Modal Tempat Olivia Arez mengajak bekerjasama membangun sebuah sekolah khusus anak2 jalanan
Beranngotakan lebih dari 356 anak jalanan dengan 8 Guru Pengajar
Pernahkan terlintas di pikiran Anda, Lebih hebat manakah kita dengan anak jalanan / pengamen? Apakah kita yang lebih hebat? Bagi Anda yang menjawab demikian Anda SALAH BESAR …tahukah apa yang membuat comment kita tersebut salah?
Mungkin bila kita melihat orang jalanan / pengamen yang selalu yang ada di benak kita adalah anak kita yang kotor, kumuh, dan nakal. Memang semua itu benar, tapi ada suatu hal yang lebih berharga di balik semua itu. Anak jalanan /pengamen mempunyai suatu keistimewaan yang tidak kita miliki. Apa keistimewaannya? Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari. walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita? Kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punyai saat ini. Sekarang lebih hebat manakah ?kita atu anak jalanan?
Saat ini, permasalahan terkait anak semakin banyak dan beragam. Indikasinya adalah semakin banyaknya anak-anak terlantar dan yatim-piatu yang tidak terurus, pemberdayaan anak-anak yang tidak pada tempatnya seperti dipekerjakan dengan waktu kerja yang sangat keterlaluan dan gaji yang tidak masuk akal, dsb. Sedangkan kita semua mengetahui bahwa kehidupan anak-anak seharusnya diisi dengan bermain, belajar, dan bersuka ria. Begitu juga dengan permasalahan anak jalanan di perkotaan merupakan suatu hal yang dianggap wajar oleh masyarakat, padahal hal ini seharusnya merupakan suatu hal yang tidak wajar terjadi. Permasalahan anak jalanan merupakan salah satu dampak dari kurangnya kesadaran dan kepedulian sosial di masyarakat terhadap kondisi anak-anak.
Undang-undang dasar mengatur bahwa Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara (pasal 34 ayat 1), namun kenyataannya kemampuan pemerintah tidak sebanding dengan meningkatnya permasalahan anak, baik secara kuantitas maupun kualitas. Jumlah anak terlantar (dimana anak jalanan termasuk didalamnya) cenderung semakin meningkat, seiring dengan permasalahan kemiskinan yang belum dapat diatasi. Data PUSDATIN tahun 2006 menunjukkan bahwa anak terlantar di Indonesia mencapai 2.815.383 jiwa. Karena keterbatasan pemerintah itulah, peran aktif dari masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan ini sangat dibutuhkan.
Apa yang dapat dilakukan masyarakat terkait anak jalanan tersebut? Pada dasarnya, kebutuhan individu dapat dibedakan menjadi 2 kelompok besar, yaitu kebutuhan fisiologis dan psikologis (Cole dan Bruce, 1959). Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan primer seperti makan, minum, tidur, seksual, atau perlindungan diri. Sedangkan kebutuhan psikologis yang disebut juga kebutuhan sekunder dapat mencakup kebutuhan untuk mengembangkan kepribadian seseorang, contohnya adalah kebutuhan untuk dicintai, kebutuhan mengaktualisasikan diri, atau kebutuhan untuk memiliki sesuatu, di mana kebutuhan psikologis tersebut bersifat lebih rumit dan sulit diidentifikasi segera. Begitu juga dengan anak jalanan tersebut, untuk dapat memupuk harga diri, perilaku dan aktualisasi dirinya, pertimbangan mengenai keunggulan dan kelemahan serta kebutuhan anak jalanan tersebut perlu dilakukan.
Begitu juga dengan kondisi anak-anak jalanan (ANJAL) yang berada di sekitar pasar Ciroyom Bandung ini. Begitu banyak orang yang menilai negatif terhadap ANJAL tanpa mengetahui kondisi ANJAL tersebut dengan sesungguhnya. Mengelem, meminta-minta memang dianggap hina oleh masyarakat sekitar, bahkan oleh kaum terdidik seperti mahasiswa juga menganggap hal itu adalah perbuatan hina. Namun apakah kita mengetahui apa penyebab mereka melakukan perbuatan hina tersebut secara langsung? Pasti kebanyakan dari kita hanya berasumsi tanpa terjun secara langsung untuk mencari tahu penyebab mereka melakukan hal ini. Dengan menumbuhkan dan menunjukkan sedikit rasa kepedulian kita dengan cara mencari informasi mengenai kondisi anak jalanan itu dapat memberikan kontribusi dalam perubahan perilaku anak jalanan tersebut.
Sebagai contoh, di Rumah Belajar (RUBEL) Sahabat Anak Jalanan (SAHAJA) Ciroyom, para anak jalanan mendapatkan sedikit rasa kepedulian dari berbagai macam relawan yang datang dan pergi. Rasa kepedulian itu bermacam-macam bentuknya, ada yang mengajak mereka menggambar bersama, ada yang mengajarkan baca tulis dan berhitung, ada yang mengajak mereka jalan-jalan dan bahkan ada yang rela menginap barsama mereka untuk menunjukkan kepedulian mereka. Mungkin tidak semua orang sudah memiliki sekaligus merealisasikan rasa kepedulian mereka seperti yang diatas. Untuk mulai menumbuhkan rasa kepedulian dan merealisasikannya membutuhkan niat yang begitu luar biasa pada awalnya. Coba kita pikirkan, waktu kita dalam sehari ada 24 jam, tidak bisakah kita luangkan waktu kita lima menit dalam satu hari untuk menyapa dan menanyakan kabar mereka, atau mungkin setengah jam dalam sehari untuk mengajarkan arti dan makna hidup ini.
Arfiyan.T.H pemilik ide dengan kepeduliannya terhadap nasib anak-anak jalanan
dalam "rumah Kasih" sebutan untuk berbagai wadah ketrampilan yang yang dimiliki oleh anak-anak jalanan dalam piolive's homeschooling. masing-masing dari ketrampilan itu dibentuk berdasarkan jurusan seninya. wadah rumah kita juga dapat menyajikan ketrampilan yang dapat dipakai oleh masyarakat yang membutuhkan jasa untuk acara atau kegiatan lain.
HOMEBAND "RUMAH KASIH"
SANGGAR TARI & SANGGAR KESENIAN DAERAH "RUMAH KASIH"
SANGGAR LUKIS & FOTOGRAPHI "RUMAH KASIH"
SANGGAR SENI LUKIS,NYANYI,DRAMA
TUGAS PIKET GURU
TUGAS PIKET SISWA
JADWAL SEKOLAH DAN STUDY TOUR
JADWAL KUNJUNGAN
Tugas Piket Guru dalah Salah satu contoh nilai kedisiplinan yang diterapkan. Jadwal Piket Guru ini membantu untuk manage waktu-waktu lain agar tidak terbuang percuma
Siswa belajar kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai porses pembelajaran diri sebagai salah satu cara membentuk kedewasaan pada diri masing-masing siswa
Setiap Harinya Jadwal Mata pelajaran akan berubah serta jdwal kunjungan donatur oleh sebab itu harus up-to-date agar menjadi kemudahan bagi siswa dan guru
Kesempatan mngenal dunia luar. menambah wawasan serta cara berpikir positif tentang dunia diluar kegiatan mereka seharai-hari
BEKASI CITY
Letan Arsyad Street, 09...17144
Get involved
Stay featured or remove this badge.